Pemirsa, sejumlah tim Asia menunjukkan tarinya di pesta sepak bola dunia 2026. Dini hari tadi, Jepang mewujudkan harapan kita dengan menahan imbang raksasa Eropa Belanda 2-2 dalam laga yang tidak bisa dibilang mudah. Australia, Qatar, dan Korea Selatan juga menorehkan hasil yang positif. Lantas seperti apa peluang wakil Asia lolos ke babak berikutnya di pesta sepak bola dunia tahun ini? Untuk pembahasannya, sudah bersama saya analis sepak bola Bung Tommy Welly.
Bung Tommy melihat kualitas negara-negara Asia saat ini makin mendekati kualitas negara-negara besar sepak bola dunia. Jepang adalah representasi kualitas Asia yang selevel dengan mereka. Dalam 10 pertemuan terakhir dengan tim Eropa sejak 2019, rekor Jepang adalah delapan kali menang dan dua kali seri, termasuk hasil imbang melawan Belanda. Jepang bukan sekadar beruntung, melainkan menunjukkan kedisiplinan taktis, football IQ yang tinggi, intensitas permainan, serta fleksibilitas formasi yang luar biasa dari bertahan ke menyerang.
Ketenangan dan mentalitas pemain Jepang patut diacungi jempol. Meski sempat tertinggal dua kali, mereka mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Hajime Moriyasu, sebagai pelatih, dianggap belajar banyak dari kegagalan di 2018. Meskipun kehilangan beberapa pilar kunci yang cedera, Moriyasu mampu menambal kekosongan tersebut dengan pemain lain yang memiliki mindset profesional Eropa. Pemain seperti Keito Nakamura, yang tampil dengan gaya old school, juga mendapat pujian atas performanya yang impresif.
Selain Jepang, Australia di bawah asuhan Tony Popovic menunjukkan taktik cerdas dengan mengandalkan serangan balik (counter-attacking) saat menghadapi Turki, mengubah gaya dominan mereka menjadi lebih pragmatis. Sementara itu, Korea Selatan dengan kapten Son Heung-min juga tampil memukau dan agresif di bawah kepemimpinan pelatih Hong Myung-bo. Kedua tim ini, Jepang dan Korea Selatan, dinilai memiliki akar sejarah dan kualitas yang kuat untuk melaju hingga ke babak delapan besar.
Mengenai Qatar, mereka mampu mengimbangi Swiss dengan skor 1-1, di mana sentuhan pelatih Julen Lopetegui mulai terlihat meski tidak serta-merta menduplikasi budaya sepak bola Spanyol. Terkait tim-tim besar lainnya seperti Spanyol, Bung Towel melihat tren yang positif sejak menjuarai Euro 2024 dan berharap mereka bisa mengulang kesuksesan generasi emas terdahulu. Meskipun fisik pemain menjadi tantangan utama karena kelelahan kompetisi, pemain bintang seperti Messi, Ronaldo, dan Modric tetap akan mengandalkan pengalaman dan kehebatan individu mereka di ajang ini.
Bung Towel sendiri menjagokan Spanyol, La Furia Roja, sebagai favorit juara di pesta sepak bola dunia 2026 ini.

