Pemirsa, setelah sempat tertahan selama beberapa minggu terakhir, hari ini rupiah dan IHSG menguat. IHSG dibuka menguat signifikan, melonjak 2,10% ke level Rp6.205 dan terus menguat hingga 5%. Tidak hanya itu, hari ini rupiah juga dibuka menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 17.735, dan sore tadi rupiah berhasil ditutup menguat 0,64% di angka 17.750, bahkan sempat menyentuh angka 17.670.
Wakil Ketua DPR RI Sufi Dasco Ahmad menyebut kepercayaan publik pada pemerintah mulai meningkat di tengah kondisi ekonomi saat ini. Dasco yakin pemerintah terus menjalankan berbagai strategi dan kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, serta menegaskan bahwa kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
Ekonom dari Core Indonesia, Yusuf Manilet, menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa penguatan rupiah dan IHSG hari ini tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, serta sentimen positif global berupa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini mengubah sentimen pasar dari negatif ke positif, yang berdampak pada penurunan harga minyak internasional dan mendorong investor kembali masuk ke pasar saham serta obligasi.
Terkait aspirasi masyarakat, Yusuf menambahkan bahwa meski ada apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama, masyarakat juga menyampaikan kritik terhadap beberapa program strategis pemerintah, seperti program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah merupakan proses demokrasi untuk mengoreksi kebijakan pemerintah. Yusuf menyarankan pemerintah untuk segera mengkomunikasikan langkah strategis terkait kenaikan harga Pertamax di tengah tren harga minyak dunia yang menurun, serta memperbaiki tata kelola fiskal.
Terakhir, Yusuf menekankan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax ke arah yang lebih rendah memang memerlukan waktu dan perhitungan ruang fiskal APBN. Pemerintah diharapkan dapat memberikan sinyal yang jelas mengenai bantuan bagi masyarakat yang terdampak, serta menunjukkan kesiapan dalam melakukan evaluasi anggaran jika diperlukan dalam satu hingga dua bulan ke depan.


