Menteri Kesehatan membahas dukungan Kemenkes terhadap usulan BNN untuk melarang rokok elektrik (vape) di Indonesia. Kekhawatiran utama pemerintah muncul karena vape kini disalahgunakan sebagai media untuk penyebaran narkotika, seperti etumidate dan zat psikotropika lainnya, yang menyasar kalangan anak muda. Pemerintah sedang mengkaji kebijakan yang lebih tegas untuk melindungi jutaan remaja Indonesia, mengingat bahaya fisik dan kesehatan mental yang ditimbulkan oleh penggunaan vape. Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara ASEAN yang belum memiliki aturan tegas mengenai vape.
Dalam topik kesehatan lainnya, Menteri Kesehatan memberikan klarifikasi terkait Hantavirus. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan karena penyebaran Hantavirus di Indonesia relatif rendah dan kematiannya jauh di bawah penyakit seperti TBC, malaria, atau demam berdarah. Vaksin khusus untuk Hantavirus belum menjadi prioritas utama dibandingkan penyakit menular lainnya yang lebih mematikan. Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus, melakukan pengepelan rutin, dan memasang perangkap tikus.
Selain itu, Menteri Kesehatan menekankan pentingnya menjaga sistem imun alami melalui pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi secukupnya, tidur selama 7 jam sehari, dan rutin berolahraga. Ia menyoroti bahaya obesitas bagi orang dewasa yang dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung. Menteri juga berbagi tips pribadi mengenai pola makannya, yaitu membatasi asupan gula dan lemak, serta rutin berolahraga di zona 2 selama 30 menit, 5 hari dalam seminggu.
Terakhir, pemerintah tengah menyiapkan langkah baru terkait aturan label nutrisi pada produk makanan dan minuman. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih konsumsi harian guna menghindari risiko penyakit di masa depan.


